Misi ilegal, Kesenangan diantara Penyesalan

Sebelumnya gw konfirmasi dlu mengenai pemakaian nama the three musketeers yang pada tulisan sebelumnya gw gunakan. Sebenarnya gw ga tau sama sekali tentang kisah musketeers tersebut hingga seseorang yang mengaku dirinya sebagai tersangka memberikan julukkan itu kepada Kami.

Yah tentunya dengan alasan karena kami biasa kelayaban ber-empat setiap kali pulang kuliah. Berarti disini ada satu orang yang berperan sebagi D’Artagnan. Hahaha…. :mrgreen:

Misi ilegal ini terencana setelah mengungkap sarang three musketeers pada tulisan sebelumnya. Biang kerok-nya masih sama dengan yang kemarin tapi kali ini tidak mengikutsertakan satu musketeers dan D’Artagnan, maka-nya ini kusebut misi ilegal. Maap….. 😦

Karena ada satu hal yang mengharuskan aku bertemu lagi dengan salah seorang musketeers (Rudy) sepulang dari sarang musketeers dan ternyata sang musketeers ini berada dirumah tersangka yang sedang membicarakan misi ilegal ini. Dengan tidak sengaja aku menyadap pembicaraan mereka berdua dan ternyata mereka akan melancarkan misi ilegal ini besok malam secara sembunyi-sembunyi setelah penyamaran mereka manusia pekerja.

Langsung saja aku mengajukan diri untuk ikut andil dalam misi ilegal ini. *memang kami ini biadap* >:) . Setelah semua rencana tersusun rapih, kami membubarkan diri dan kembali melanjutkan penyamaran kami sebagai manusia biasa.

Pelaku misi ilegal

Pada jam 4 sore, anggota yang ikut andil dalam misi ilegal ini saling berkonfirmasi untuk memantapkan misi membahas tempat pertemuan dan kata kunci yang disebutkan untuk menghindari pemalsuan anggota. Sesuai rencana, kami berkumpul di TKP jam 9 malam dan kami langsung melesat ke lokasi berikutnya untuk merubah armada kami dan menjemput wanita-wanita sexy berpakaian minim.*curi-curi pandang* 😳

Kini anggota yang ikut andil dalam misi ilegal ini bertambah menjadi 7 orang. Ada Rico (reza), Penyu *anggota polisi*, Kiki *bokin-nya penyu, Indah *adek-nya Tersangka*, n ada Tersangka serta dua musketeers yang coba ikut-ikutan andil dalam misi.

Kami bergerak menuju lokasi jam 10.30 malam dan mendarat sekitar jam 11.15 dengan rute Kampung Rambutan – Cibubur – Embassy Club di Senayan. Saat dalam perjalanan menuju lokasi, aku berfikiran “mungkin ga bisa nyampe rumah lagi dengan selamet ?”. Sumpah….. gaya sang Driver (Rico) saat membawa armada seperti jalan raya milik sendiri dan tanpa penghalang. Kalau di hitung hampir 5 kali armada kami mau menghantam kendaraan didepan. Dengan kecepatan 140 Km/jam armada kami melesat di keramaian jalan Gathsu sehingga sering kami mengalami pengereman mendadak dan saling mengucap “duh kena ga ya….kena ga ya…” disetiap pengereman mendadak itu.

Setelah semua itu berlalu, kami sampai di lokasi dengan selamat. Tapi masalah baru datang. Mengenai tiket masuk. Awal-nya, kami seharusnya dapat masuk ke center point lokasi secara Free namun ternyata ada trouble name n lost time. Setelah perdebatan panjang sekitar 15 menit, dan karena sudah berada di lokasi jadi kami terpaksa harus registrasi. *ya ga pa-pa lah…* :((

Sepanjang malam semua anggota yang ikut andil dalam misi bergoyang ria sambil menenggak minuman ber-alkohol kecuali Kami (tersangka n dua musketeers) yang sudah sejak awal berkomitmen untuk tidak mencicipi minuman itu.

Misi ilegal

Hingga suatu kejadian yang membuat kami ketar-ketir. Pangsal-nya, tersangka dan adek-nya pergi secara sembunyi tanpa sepengetahuan Ortu mereka *waduh !!!*. Sang Nyokap dari tersangka menelpon langsung ke Rico *masih ada ikatan saudara* dan meminta kami untuk segera Pulang. Dengan sikap yang tegas, Rico langsung menarik Indah yang sedang ber-dance ria dikelilingi oleh beberapa teman pria-nya. Kami pun langsung mengikuti langkah Rico keluar dari keramaian.

Didalam armada, Indah meminta maap pada kami semua karena kejadian ini. gw dan Rudy tidak mengetahui sebenarnya secara detail dalam masalah ini khusus-nya Rico, dia yang dijadikan Tersangka Utama dalam misi ilegal ini merasa dibohongi dua wanita cantik itu dan merasa sangat tidak enak dengan Ortu mereka.

Setelah dua wanita ini dipulangkan, gw dan Rudy menjemput armada kami yang sebenarnya di rumah Rico. Karena saat itu jam 3 pagi dan itu adalah waktu yang nanggung untuk pulang, kami ber-tiga akhirnya menghabiskan waktu diwarung kopi dekat rumah Rico. Selama beberapa jam hingga menunggu waktu subuh kami isi dengan curhat dan cerita-cerita misteri dan tanpa sadar Panggilan Shalat Subuh terdengar dan dua musketeers ini memutuskan untuk pulang. Sungguh malam yang Panjang…

@goes: Jujur, ini kali pertama gw masuk ke sebuah Club malam :d ,Ya ternyata kesenangannya tidak dapat menghilangkan semua beban pikiran yang selama ini trus neken kelapa ku. [-(

Iklan

13 thoughts on “Misi ilegal, Kesenangan diantara Penyesalan

  1. @Adit:
    Jangan blang-blang Tmen Mu yah… Ntar dia Curhatan ma Nyokap gW 😆 :d

    @Hoek:
    Next time Ku seret juga kau ke dalam lembah nista :mrgreen:

  2. cieee…terNyata temEnku dah GedE..
    wkakkakaa…
    laeNn x mNta ijn dlu ya ma ortu biar dtNjukkan jLn yg bner..hehhee

  3. @Mardies:
    Cuma kota kecil ko…. 😳

    @gwDunks:
    Alhamdullilah… ternyata ada pengakuan juga klo gW dah Gede 😛

    laeNn x mNta ijn dlu ya ma ortu biar dtNjukkan jLn yg bner

    Orang cuma ke-pleset kedalam lembah nista :mrgreen:

  4. @Erander:
    Ku bantu nyala-in ya Mas Kompor-nya! 😆

    @Bacteria:
    Lam kenal Juga ya Mas or Mis :mrgreen:

    @Extremuslimitis:
    Abang Ku satu ini, trima kasih telah me-maap-kn Aku yg tlah kecemplung k dalam lembah nista. Kini aku sedang menyendiri dalam peraduan untuk memohon Ampun kepada-Nya. 😦

  5. woi..jangan dipertegas dund dikelilingi co2na..
    jadi malyuuu aqyuuu…hehehehehe

    mu ikut lagi tak??
    free dweh bwat u kalee neee
    jangan kapoks yaw jalan ma kite2

Komentar ditutup.