Kandang Berjerit

Pada suatu malam di tanggal 25 mei kemarin. Mungkin sudah pagi karena sudah sekitar jam 3an, tapi memang masih bisa dibilang malam ya kan…

Sedikit Flashback ke hari kemarin.

Tak seperti kehidupan liar malam minggu di Jakarta bagian Timur. Sayah dan Babeh harus “ngendon” dirumah Babeh. Malam itu sayah tumben dan mungkin peristiwa langka, karena sayah tidur dirumah Babeh. “Oh… Babeh ternyata punya rumah juga toh…” mungkin itu sebagian pendapat pemirsa setia goestoge show… *semua mengangguk. Itu dikarenakan Babeh disuruh tunggu rumah yang ditinggalkan weekend sama semua penghuni-nya. Ya sayah si pasrah saja dan itu memang di bikin bukan masalah bagi sayah. “i can sleep any where, when and with any condition, that is true” mungkin itu-lah kekurangan yang selalu sayah banggakan.

Siangnya kami, iya…Sayah dan Babeh (yang dibilang se-paket oleh Oky, atau dipanggil si kembar oleh Dewi) ini berangkat menuju kandang kesayangan untuk berteduh. Memang tak disengaja dan seolah-olah dibuat, di kandang ada wajah asing. Itu menurut sayah tapi tidak bagi babeh. Dia adalah istri-nya Mamang. Usianya sudah setengah baya, ya maklum sudah ibu-ibu. Postur tubuhnya Gemuk dan rawut wajah-nya tidak easy friendly. Itu sedikit penilaian sayah kepada-nya, namun Babeh punya penilaian sejauh-jauh lebih dan sebanyak-banyaknya yang tidak sayah tau. Tapi penilaian yang lebih dari Babeh bernilai negatif karena terlihat dari tampang muka Babeh yang tidak senang melihat-nya. Entah-lah… Akhir-nya babeh ajak sayah main keluar dan berlabuh di rumah ibu kos sayah yang tidak bukan adalah ibu sayah. Dan malamnya kami kembali lagi ke kandang, itu memang habitat kami dan kami SUKA.

Flashback-nya udahan. kini inti nganuh-nya. Selamat dinikmati…

Ini malam, yang mungkin sudah hampir subuh. Itu sayah tau karena ga lama setelah kejadian, terdengar kumandang shalawat. Saat itu Jiwa sayah terbangun ketika suara jerit kecil terdengar. Itu sayah bikin sengaja belum mau buka mata, sumpah saya penasaran namun banyakkan takutnya. Suara jeritan makin kenceng dan makin histeris, yang bikin bukan hanya sayah tapi seluruh penghuni kandang terbangun.

“eah… arh.. Arrrhhh… aaAAAaa… arhh… Eaahh…” kurang yang tidak dilebihkan seperti itu jeritannya. Dengan perlahan mata sayah buka ke asal suara. Disana, didalam kamar yang sudah dibikin terang masih terdengar jeritan yang terus jadi kenceng. Terdengar juga suara Mamang yang bertindak sebagai suami-nya coba lagi nenangin istri-nya itu. Yang disusul dengan suara ke dua anak-nya. Posisi masih yang seolah-olah masih tidur, sayah liatin itu kamar yang tepat berada di depan mata. Sayah lirik ke arah Babeh yang ada disebelah. Ternyata mata-nya sudah melotot-tot liat sama ke arah kamar. Namun sayah bikin seolah tidur dan tidak tahu kejadian.

Suara jeritan sudah lenyap, tapi suara Mamang dan anak-nya masih ada, yang lagi coba nenangin. Babeh coba bikin sayah bangun tapi malah sayah bikin seolah ngorok. Usaha Babeh gagal, dan kami tidur lagi. Mau tau apa yang ada di pikiran kami saat denger si ibu-ibu itu jerit-jerit? Ya, kami satu pemikiran. Wanita berambut panjang sepertinya ingin ngajak bermain-main. Menurut penuturan para penghuni Kandang, si Ibu ini terkenal RESE, entah dalam hal apa, sayah kurang mengerti. Mungkin itu sebab-nya wanita berrambut panjang ingin bermain dengan si Ibu itu.

Kalau di reka ulang yang di analisis dari tingkat suara jeritan-nya, Wanita berambut panjang muncul dari kejauhan dan semakin mendekat ke Ibu itu. Ya.. mungkin sambil nari-nari, atau sambil ngesot atau merambat di dinding. Hehehe…itu ilustrasi kreatif sayah aja…

Namun uniknya dari kejadian horror ini, yang ternyata bukan hanya sayah saja malam itu malah nahan tawa. “Hihihi… si Ibu itu di Tampakin” Ini menurut menuturan Babeh.

Selama sayah tidur di kandang, baru dua kali sayah mendengar suara aneh di malem buta. Mirip suara piano atau suara alat musik pukul dari Bali, ya semacam itu lah… Menurut Babeh yang pernah denger juga lebih mirip suara lonceng jam besar, kata-nya. Entah, asal suara itu, yang pasti menggema dikandang, dan cuma kami pernah denger suara itu. Ada yang mau ngerasain….? *semua goleng


One thought on “Kandang Berjerit

Komentar ditutup.